Kita selalu punya minimal satu teman yang kelakuannya seperti doraemon. Hahaha..

Kita selalu punya minimal satu teman yang kelakuannya seperti doraemon. Hahaha..

Anonymous said: hallo boleh nanya gak mas, mas punya adik ato gak ?

Halo anon.. Alhamdulillah, pertanyaannya mudah :)

Adik kandung saya ada 2. Masing-masing terpaut 4 dan 10 tahun dengan saya yang lahir tahun 1991.

did-you-kno:

A homeless South African man called the “pavement bookworm” makes money by reading, reviewing, and then selling books to adults that visit him on the street. Even though this is how he earns money, he gives his books to children for free. Source

Wow..

did-you-kno:

A homeless South African man called the “pavement bookworm” makes money by reading, reviewing, and then selling books to adults that visit him on the street. Even though this is how he earns money, he gives his books to children for free. Source

Wow..

did-you-kno:

A manufacturer in Japan has released the ‘Onion Note,’ a tear-inducing notebook that is treated with compounds found in onion oil, so that you can have a good cry while you write in your journal.

Source

HAHAHA… Orang jepang emang kreatip!

wahyuawaludin:

Gue kaget banget pas nonton ini. Ternyata, selama ini gw (dan mungkin kita semua) salah dalam memahami ayat berikut ini:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambah nikmat-Ku kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

(QS Ibrahim ayat 7)

Apa yang salah dari pemahaman kita? Tonton deh videonya.

Btw, pemaparan dari ahli tafsir muda (dan gaul pulak!) emang beda. bahasanya mudah dimengerti.

"Bersyukur dahulu, setelah itu bersabar.."
Okesip, Bismillah..

8lemahireng8:

MENULIS
Karena ini tentang menasihati diri sendiri. Kalaupun ada yang (tak) sengaja membaca, itu bukan menggurui, melainkan berbagi.

8lemahireng8:

MENULIS

Karena ini tentang menasihati diri sendiri. Kalaupun ada yang (tak) sengaja membaca, itu bukan menggurui, melainkan berbagi.

(via behindofme)

4 (Empat) Macam Hari

herricahyadi:

Syahdan, saya menemukan empat macam hari yang membentuk kedewasaan kita. Dari sini kita bisa memetakan bagaimana cara menyikapi hari-hari tersebut. Suatu hari, Al-Khalil bin Ahmad (w. 170 H) berkata:

"Hari-hariku ada 4 (empat) macam:

  1. Hari di mana aku bertemu orang yang lebih tahu dariku, maka aku pun belajar darinya. Itu adalah hari faedah dan ghanimah-ku.
  2. Hari di mana aku bertemu orang yang aku lebih tahu daripada dia, maka aku pun mengajarinya. Itu adalah hari aku mengharapkan pahala.
  3. Hari di mana aku bertemu dengan orang yang sepertiku, maka aku pun bertukar pikiran dengannya. Itu adalah hari pembelajaranku.
  4. Hari di mana aku bertemu dengan orang yang aku lebih tahu daripada dia, tapi dia merasa lebih tahu daripada aku. Maka, aku pun diam saja dan menjadikan itu sebagai hari rehatku.”

[Ibnu Abdil Bar, Jami’ Bayan al-‘Ilmi wa Fadhlih, hadits/poin nomor 878, jilid 1, hlm 534. Sumber diambil dari status Ust. Abduh Zulfidar Akaha: link]

Pelajaran terbaik dari hal ini:

Diam adalah cara terbaik menyikapi orang yang sok tahu.

"Entah kenapa saya yakin; pecinta buku itu juga pecinta jalan-jalan. Pecinta buku bukan berarti kutu buku yang berada di kamar melulu. Sebab untuk melengkapi kronik pengetahuan yang didapat dari buku, seseorang butuh melihatnya langsung secara empirik. Itulah yang disebut ilmu (pengetahuan) yang utuh—tentang segala hal."

— (via herricahyadi)
herricahyadi:

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa petinju legendaris Muhammad Ali sangat mencintai Rasulullah SAW. Muhammad Ali mendapatkan kehormatan namanya diabadikan di Walk of Fame Hollywood. Tapi tahukah? Ali tidak mau namanya yang mengandung “Muhammad” untuk diletakkan di bawah. Menurutnya, nama Rasulullah tidak layak diinjak-injak. Jadilah nama Muhammad Ali terpampang di dinding dan menjadi nama legendaris pertama yang dipasang secara vertical. Allahumma shalli ‘ala Muhammad..

herricahyadi:

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa petinju legendaris Muhammad Ali sangat mencintai Rasulullah SAW. Muhammad Ali mendapatkan kehormatan namanya diabadikan di Walk of Fame Hollywood. Tapi tahukah? Ali tidak mau namanya yang mengandung “Muhammad” untuk diletakkan di bawah. Menurutnya, nama Rasulullah tidak layak diinjak-injak. Jadilah nama Muhammad Ali terpampang di dinding dan menjadi nama legendaris pertama yang dipasang secara vertical. Allahumma shalli ‘ala Muhammad..

Berjilbab Hijau? Lakukanlah Sesuatu!

herricahyadi:

Pagi tadi saya membaca berita di web Liputan 6 mengenai proses pidana korupsi seorang Bupati. Judul artikel tersebut sangat nyentrik menurut saya, yaitu Berjilbab Hijau, Istri Bupati Rachmat Yasin Diperiksa Singkat KPK. Menjadi pertanyaan besar bagi saya adalah apa hubungannya antara artikel dengan jilbab hijau istri bupati tersebut? Kenapa jilbabnya yang dijadikan judul? Ini membuat saya gerah. Ada yang salah dari judul ini.

Lalu saya mencoba untuk menjelaskan duduk permasalahannya. Bisa dibaca di sini:

image

Well, itu fakta—menurut hemat saya. Bahwa, sebagian besar media mainstream mencitrakan Islam—atau apa saja simbol yang berkaitan dengan Islam—dengan sangat buruk.

Saya bukan tipikal orang yang bisa menerima atau menolak sesuatu tanpa alasan atau tindakan nyata. Saya coba untuk mencari tahu siapa penulisnya dan akan saya tanyakan langsung maksud dari penulisan judul itu apa. Ini pernah saya lakukan sebelumnya dalam rangka apresiasi berita di web lain. Dan itu berhasil.

Saya coba mention si penulis melalui twitter. Hasilnya ternyata seperti ini:

image

Ternyata beliau mengaku menulis, tapi bukan itu judulnya. Di sini kita bisa mengambil pelajaran singkat bahwa editor atau redaktur memang penentu apa yang harus naik tayang. Bisa mengubah isi maupun judul berita. Ini sisi lain pembahasan. Tapi yang jelas, janganlah ragu untuk menyampaikan keberatan di media atau sosial media. Selama kita yakin ada yang tidak sesuai, sampaikanlah. Saya mention penulis berita di Liputan 6, lalu dibalas dengan segera. Kita bisa ambil banyak pelajaran dari jawaban beliau. Masalah nanti diubah atau tidak, itu belakangan. Yang penting kita telah melakukan sesuatu. 

Dan, ternyata it works! Judul berita yang tidak penting mengikutsertakan “jilbab hijau” menghilang. Menjadi seperti ini:

image

Saya ingin mengajak kepada teman-teman di sini agar proaktif melakukan perubahan atau kritik sosial. Jika ada yang tidak sesuai dengan norma agama, masyarakat, dsb, lantangkan suaranya. Berikan komentar dan lakukan sesuatu. Jika ada berita yang menyudutkan dan tidak sesuai dengan fakta, jangan hanya mencaci dengan perkataan kasar atau sebutan seperti “oon”, “metro mini”, “tempe”, dsb. Tapi lakukan sesuatu. 

Kita belajar dewasa dari banyak hal, termasuk dewasa menyikapi sesuatu yang tidak pada tempatnya. Ayo terus bergerak mengawal perubahan bangsa ke arah yang lebih positif!

Ini yang namanya tabayyun ya? Harus ditiru nih sikap mas Herri Cahyadi untuk “menegur” portal-portal media yang saat ini sudah sangat “menyesatkan” dalam memberi suatu informasi/berita kepada khalayak umum. Perubahan diawali dari hal-hal kecil seperti ini.

(via catatanbesarku)