"Sholat itu penting sekali. Apa buktinya? Karena Allah sangat memudahkan kita untuk dapat melaksanakan sholat. Kalau tidak mampu sholat berdiri, boleh duduk. Kalau tidak mampu duduk, berbaring. Tidak mampu berbaring, boleh menggunakan isyarat. Kenapa? Supaya kita tetap melaksanaka sholat bagaimana pun keadaan kita. Karena sholat itu penting sekali."

— Ayah :)

(Source: isnidalimunthe)

"Sekolah tak boleh mendidik anak-anaknya takut melakukan kesalahan dengan pendidikan hafalan. Sebab orang-orang yang tak pernah melakukan kesalahan sesungguhnya adalah orang yang tak berbuat apa-apa."

Prof. Rhenald Kasali  dalam “Self Driving” Hal. 10
quotediaryofficial:

★★★ more quotes here ★★★   INSTAGRAM  

Tentang Masalah

erstudio:

Masalah adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan. Hadirnya masalah membuat arti pada hidup. Masalah menghebatkan seseorang. Dari masalah, seseorang akan belajar banyak hal dan naik ke tingkat berikutnya dalam hidup. Tanpa masalah, sesungguhnya seseorang tidak akan hidup, atau berada dalam tahap kematian. Jadi, kita tidak boleh sedih jika tertimpa masalah, karena Tuhan masih mencintai kita dan tandanya, kita masih hidup.

imageimage

image

image

image

image

image

image

image

image

[J-Drama] Beautiful Rain (2012)

image

"When someone important to you is in trouble, shouldn’t you be by their side?" - Miu-chan

http://wiki.d-addicts.com/Beautiful_Rain

Sinopsis

One day a father with a young daughter is diagnosed as a sufferer of early-onset Alzheimer’s disease. The father, Kinoshita Keisuke has been separated from his wife by death and has worked at the factory’s dorm with his daughter ever since. A skilled craftsman at the metalworking factory, Keisuke is a man with a sunny disposition who is also the team coach for a boys’ baseball team. Surrounded by his friends of the neighborhood, he has lived happily with his daughter up until today.

Things take a turn when Keisuke realizes that his forgetfulness has taken its toll. He is diagnosed as having early-onset Alzheimer’s disease. His daughter, Kinoshita Miu played by child actor prodigy Ashida Mana, is a strong reliable girl on the outside but still a young and vulnerable girl on the inside. Overcoming her mother’s death with her cheerful personality much like her fathers’, she too must face the consequences of the sickness with her father…

A father who has looked after his daughter by himself all this time and a daughter who held faith in her father even without the existence of her mother. Tied to each other by a strong bond, how will they face reality and overcome it? — Fuji TV

Review

Motivasi utama nonton dorama ini karena penasaran sama aktingnya Ashida Mana setelah sebelumnya terkagum-kagum dengan aktingnya yang flawless di dorama Mother (2010). Waktu pertama kali lihat aktingnya di Mother, saya sampai merinding nontonnya. Apalagi pas adegan dia nangis sampai ngeringik-ringik. Top banget untuk ukuran anak 6 tahun. Di Beautiful Rain (2012), ekspektasi tidak sesuai kenyataan. Di dorama ini Mana-chan lebih banyak cerianya ketimbang nangisnya. Entah kenapa saya kok suka banget ngeliat dia nangis, hahaha. Yang saya suka dari Ashida Mana di dorama ini adalah akting ketika dia ngambek. Adegan ngambeknya lumayan sering. Kebanyakan ngambek sama ayahnya gara-gara ayahnya lupa kalo punya janji penting atau lupa naruh barang penting karena efek penyakit Alzheimer. Adegan nangis sih tetep ada, karena dari storyline-nya sendiri menuntut itu. Dan untuk adegan itu, akting Ashida Mana gak usah ditanya deh. Dari segi cerita, cukup boring. Membosankan karena konfliknya sangat sedikit. Kalaupun ada, gampang ketebak. Plot-twist juga hampir tidak ada. Satu-satunya yang bikin betah nonton dari awal sampai akhir cuma karena ada si aktris cilik. Di awal episode lebih terasa cerianya. Masih sering manja, bercanda, dll. Menjelang pertengahan sampai akhir mulai terasa nuansa harunya. Sikap dewasa seorang gadis cilik bernama Miu muncul ketika tahu kalau ternyata ayahnya menderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan, berhasil diperankan dengan sangat keren oleh Ashida Mana.

Pada akhirnya kita semua tidak lebih dari sebuah ingatan dan kenangan bagi orang lain. Memberikan ingatan dan kenangan terbaik tentang diri kita untuk orang lain adalah keharusan. Well done, Miu-chan.

Cast

Toyokawa Etsushi as Kinoshita Keisuke

image

Saya heran, tiap hari si ayah ini singletan terus. Divisi wardrobe-nya pengen menghemat budget kali ya? :)
By the way, aktingnya lumayan keren.

Ashida Mana as Kinoshita Miu

Di sini umurnya sudah 8 tahun. Sayangnya udah gak se-unyu waktu di Mother. Masalah kemampuan akting sepertinya udah bawaan dari orok. Still awesome. Paling suka ngeliat adegan dia disorot full-face kayak gini :D

image

Nakamura’s Family and Co-workers

Ceritanya, mereka adalah rekan kerja sekaligus tetangga dari keluarga Kinoshita. Mereka ini yang selalu men-support kondisi keluarga Kinoshita. Tiga orang dari kanan adalah keluarga Nakamura dengan satu anak perempuannya. Adegan favorit adalah setiap makan malam. Selalu bikin ngiler ngeliat makanan segitu banyaknya!

image

image

Kelebihan 

(+) OST-nya bagus! "Ame ni Negai wo" - Ashida Mana
(+) Chemistry kekeluargaannya dapet.
(+) Dapet pengetahuan tentang seluk-beluk penyakit Alzheimer.

Kekurangan

(-) Membosankan, karena menampilkan rutinitas yang hampir sama tiap harinya.
(-) Lokasi syuting yang “di situ-situ aja”.
(-) Episode yang terlalu banyak (12 episode). Mestinya 10 episode cukup.
(-) Endingnya biasa saja. Hampir gak ada semacam plot-twist atau sejenisnya.

Common errors in salah that should be avoided.

psychofactz:

More Facts on Psychofacts :)